A. Identitas Lembaga
1.
Nama Pondok : Pondok Pesantren Baiturrahman
2.
Alamat Pondok : Jl. Teja Dusun Sembung Desa Teja Timur RT.1 RW.5 Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan
3.
Nama Yayasan : Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahman
4.
Alamat Yayasan : Jl. Teja Dusun Sembung Desa Teja Timur RT.1 RW.5 Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan
5.
Nama Ketua Pondok : Muhammad Nadir,
S.E.Sy
6.
Nama Ketua Yayasan : Drs. KH. Ahmad Zayyaduz Zabidi, M. Ag
7.
Tahun Berdiri : 2001
8.
Status tanah : Wakaf
9.
Telpon : 085259690391 / 082338032335
B. Visi dan Misi
a. Visi
”Mencetak Generasi yang Profesional, Religius, Berdaya dan Berbudaya”
b. Misi
1. Memberikan bimbingan dan pembinaan minat dan bakat sesuai dengan keahlian.
2. Menanamkan dasar-dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah guna terciptanya generasi yang taat dan istiqomah dalam beribadah.
3. Menanamkan berbagai keterampilan guna tercapainya generasi yang mandiri.
4. Menanamkan jiwa patriotisme demi tercapainya generasi yang cinta tanah air dan berbudaya berasaskan pancasila dan syariat islam.
C. Latar Belakang Dan Prioritas Anak Didik
Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahman merupakan lembaga sosial keagamaan yang melaksanakan beberapa
kegiatan yaitu;
1. Pondok Pesantren Baiturrahman,
2. Panti Asuhan Baiturrahman,
Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Baiturrahman,
3. TK Al-Athfal
4. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Baiturrahman,
5. Madrasah Aliyah (MA) Baiturrahman,
6. Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Baiturrahman,
7. Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha Baiturrahman,
8. Lembaga Pendidikan Al-Quran,
9. Majelis Taklim Baiturrahman,
10. Balai Latihan Kerja,
semuanya ada dalam satu ruang managemen Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahman guna
mempermudah pengawasan tumbuh kembangnya lembaga.
Berdirinya lembaga sosial keagamaan
Pondok Pesantren Baiturrahman yang terletak di Dusun Sembung Desa Teja Timur
ini tiada lain untuk memberikan pelayanan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan
secara maksimal kepada anak-anak yang kurang mampu utamanya yatim piatu.
Pondok Pesantren Baiturrahman dibangun diatas
tanah pribadi pengasuh yang kemudian diwakafkan untuk Pondok Pesantren dengan
dana pribadi dan suwadaya masyarakat. Membangun sebuah lembaga sosial yang
menampung anak-anak kurang mampu dengan hanya tergantung pada dana pribadi
tentunya tidaklah mudah, kesederhanaan sarana dan prasarana harus dimaklumi.
Sejak awal
didirikan lembaga Pondok Pesantren Baiturrahman hanya menerima santri putra sampai tahun 2011, hal ini
dikarenakan keterbatasan fasilitas asrama. Dengan adanya
dorongan dan keinginan masyarakat yang menginginkan anaknya untuk di asramakan
di pondok membuat pengasuh Pondok Pesantren Baiturrahman KH. Ahmad Zayyadus Zabidi mau tidak mau harus
membangun asrama putri pada tahun 2011. Sejak itu pula mulai banyak santri
putri yang tinggal diasrama.
Dalam Penerimaan
santri baru, tidak ada syarat khusus yang diberikan oleh Pondok Pesantren, hanya saja
pengasuh sangat sekali menginginkan santri yang masuk adalah dari keluarga
kurang mampu, dan di utamakan anak yatim piatu yang masih usia pelajar dari
tingkat PAUD hingga Sekolah Menengah Atas. Hal ini tidak ada tujuan lain demi
membantu anak-anak yang kurang mampu dalam mendapatkan pendidikan dan pelatihan
sama sebagaimana anak-anak lainnya.
Jumlah santri
putra mulai tahun 2001 Sampai tahun 2019 tercatat ada sebanyak 92 santri dan jumlah
satri putri sebanyak 48 santri terhitung mulai tahun 2011. Adapun rata-rata
santri yang masuk adalah usia SMP dan SMA sedangkan untuk usia SD hanya
beberapa orang saja. Untuk data priodik santri mulai tahun 2011 sampai dengan
tahun 2018 dapat dilihat pada gambar dibawah ini;
Fasilitas Pondok Pesantren Baiturrahman kepada semua
santri adalah bebas biaya, baik berupa biaya gedung, listrik, makan dan biaya
lainnya, bahkan Pondok
Pesantren Baiturrahman memberikan subsidi biaya pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah
Atas, sedangkan yang melanjutkan kuliah tidak lagi disubsidi hanya saja
diupayakan untuk mendapatkan beasiswa. Semua biaya operasional pondok pesantren
bersumber dari dana pribadi pengasuh dan sebagian kecil dari hamba-hamba Allah
yang tidak terduga dan tidak bersifat continue. Dengan keterbatasan dana
operasional pondok pesantren, maka tentunya fasilitas yang didapat oleh santri
juga sederhana, dan kesederhanaan inilah yang selalu ditanamkan dalam diri
santri disamping itu pembinaan kedisiplinan atau keistiqomaan dalam ibadah,
sehingga diharapkan santri yang keluar dari Pondok Pesantren dapat berdaya guna serta berbudaya (tanpa harus meninggalkan jati diri sebagai santri) ditengah-tengah kehidupan masyarakat.
