menu melayang

Tuesday, November 17, 2020

Doa Santri Bersama Embun Yang Sedang Bersemayam


Dikala embun pagi masih bersemayam, waktu dimana semua santri mengaji kitab kepada Kiyai, lantunan doa dipanjatkan sebelum mengaji dimulai. Sang Kiyai memerintahkan semua santri untuk mendoakan kedua orang tuannya masing-masing, berdoa untuk diri sendiri, dan untuk pondok pesantren. Semua santri menundukkan kepala, mengosongkan pandangan, membawa diri dalam kesunyian.

          Kasih sayang orang tua kepada anak tidak akan pernah sirna dalam kejauhan, jarak tidak menjadikan batas bagi mereka untuk mencurahkan kasih dan sayang, untaian doa-doa dalam sujud menyatukan mereka dengan anak-anaknya. Kasih sayang orang tua dapat dirasakan manakala sang anak juga merasakan betapa besar pengorbanan mereka kepadanya dan menyadari bahwa doa orang tua kepada anaknya tidak terputuskan oleh jarak yang membentang, tidak terputuskan oleh keadaan suka atau duka.

          Amel adalah santri Pondok Pesantren Baiturrahman, setiap pagi ikut mengaji kitab kepada Kiyai, dia berusaha untuk berdoa dengan khusyuk sebelum ngitab dimulai. Disaat sang Kiyai memerintahkan untuk mendoakan orang tuanya, dia menunduk mengosongkan pandangan menatap cakrawala dalam kesunyian, membawa diri untuk mengingat kedua orang tua yang sedang membanting tulang mencari uang, untuk membiayai dirinya supaya menjadi anak yang sukses, disaat itulah kesunyian membawanya berpikir “pantaskah kiranya aku untuk durhaka kepada orang tuaku, tanpa orang tua mungkin aku tidak akan pernah ada didunia ini”.

          Pikiran Amel semakin hampa, hanyalah harapan dan doa yang ada dalam dirinya. Motivasi sang Kiyai membuat Amel yakin akan apa yang dia impikan, demi membahagiakan kedua orang tuanya, dalam doanya dia berpikir “akankah cita-citaku tercapai, kuliyah di negeri seberang, menggapai cita yang gemilang, demi orang tuaku tersayang”, wajahnya tampak tenang, dia memasrahkan segalanya kepada sang pencipta, karena dia yakin segalanya bisa diraih dengan usaha dan doa.

          Amel tidak hanya mendoakan kedua orang tuanya, tapi juga meminta kepada sang kuasa supaya pondoknya diberikan kemudahan, dilancarkan segala urusan, maju dan jaya selalu.

 

Writer. Nadir


Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel