A. Identitas Lembaga
1. Nama Pondok :
Pondok Pesantren Baiturrahman
2.
Alamat Pondok : Jl.
Teja Desa Teja Timur RT.1 RW.5 Gg.13
Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan
3. NSP :
510035280248
4. Nama Ketua Pondok : Muhammad
Nadir, S.E.Sy
5. Nama Yayasan :
Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahman
6. Alamat Yayasan : Jl.
Teja Desa Teja Timur RT.1 RW.5 Gg.13
Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan
7. No. Akte Pendirian : Nomor 63
– 16 Februari 2011
8. SK Kemenkumham :
AHU.2359.AH.01.04. Tahun 2011
9. Nama Ketua Yayasan : Drs. KH.
Ahmad Zayyaduz Zabidi, M. Ag
10. Tahun Berdiri : 2001
11. Status tanah :
Wakaf
12. NPWP :
31.277.674.3-608.000
13. Telpon :
085259690391
B. Visi dan Misi
a.
Visi
”Religius, Profesional, Berdaya dan Berbudaya”
b.
Misi
1.
Memberikan
bimbingan dan pembinaan minat dan bakat sesuai dengan keahlian.
2.
Menanamkan
dasar-dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah guna terciptanya generasi yang
taat dan istiqomah dalam beribadah.
3.
Menanamkan
berbagai keterampilan guna tercapainya generasi yang mandiri.
4.
Menanamkan
jiwa patriotisme demi tercapainya generasi yang cinta tanah air dan berbudaya
berasaskan pancasila dan syariat islam.
C. Latar Belakang Dan Prioritas Anak Didik
Yayasan Pondok Pesantren
Baiturrahman merupakan lembaga sosial keagamaan yang melaksanakan beberapa
kegiatan yaitu;
- Pondok Pesantren Baiturrahman,
- Panti Asuhan Baiturrahman, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Baiturrahman,
- TK Al-Athfal
- Madrasah Tsanawiyah (MTs) Baiturrahman,
- Madrasah Aliyah (MA) Baiturrahman,
- Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Baiturrahman,
- Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha Baiturrahman,
- Lembaga Pendidikan Al-Quran,
- Majelis Taklim Baiturrahman,
- Balai Latihan Kerja,
Semuanya
ada dalam satu ruang managemen Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahman guna
mempermudah pengawasan tumbuh kembangnya lembaga dan bebas biaya.
Berdirinya lembaga sosial keagamaan
Pondok Pesantren Baiturrahman yang terletak di Dusun Sembung Desa Teja Timur
ini tiada lain untuk memberikan pelayanan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan
secara maksimal kepada anak-anak yang kurang mampu utamanya yatim piatu.
Pondok
Pesantren Baiturrahman dibangun diatas tanah pribadi pengasuh yang kemudian
diwakafkan untuk Pondok Pesantren dengan dana pribadi dan suwadaya masyarakat.
Membangun sebuah lembaga sosial yang menampung anak-anak kurang mampu dengan
hanya tergantung pada dana pribadi tentunya tidaklah mudah, kesederhanaan
sarana dan prasarana harus dimaklumi.
Sejak awal didirikan lembaga Pondok
Pesantren Baiturrahman hanya menerima santri putra sampai tahun 2011, hal ini
dikarenakan keterbatasan fasilitas asrama. Dengan adanya dorongan dan keinginan
masyarakat yang menginginkan anaknya untuk di asramakan di pondok membuat
pengasuh Pondok Pesantren Baiturrahman KH. Ahmad Zayyadus Zabidi mau tidak mau
harus membangun asrama putri pada tahun 2011. Sejak itu pula mulai banyak
santri putri yang tinggal diasrama.
Dalam Penerimaan santri baru, tidak
ada syarat khusus yang diberikan oleh Pondok Pesantren, hanya saja pengasuh
sangat sekali menginginkan santri yang masuk adalah dari keluarga kurang mampu,
dan di utamakan anak yatim piatu yang masih usia pelajar dari tingkat PAUD
hingga Sekolah Menengah Atas. Hal ini tidak ada tujuan lain demi membantu
anak-anak yang kurang mampu dalam mendapatkan pendidikan dan pelatihan sama
sebagaimana anak-anak lainnya.
Jumlah santri putra mulai tahun 2001
Sampai tahun 2019 tercatat ada sebanyak 92 santri dan jumlah satri putri
sebanyak 48 santri terhitung mulai tahun 2011. Adapun rata-rata santri yang
masuk adalah usia SMP dan SMA sedangkan untuk usia SD hanya beberapa orang
saja.
Fasilitas Pondok Pesantren
Baiturrahman kepada semua santri adalah bebas biaya, baik berupa biaya gedung,
listrik, makan dan biaya lainnya, bahkan Pondok Pesantren Baiturrahman
memberikan subsidi biaya pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas,
sedangkan yang melanjutkan kuliah tidak lagi disubsidi hanya saja diupayakan
untuk mendapatkan beasiswa. Semua biaya operasional pondok pesantren bersumber
dari dana pribadi pengasuh dan sebagian kecil dari hamba-hamba Allah yang tidak
terduga dan tidak bersifat continue. Dengan keterbatasan dana operasional
pondok pesantren, maka tentunya fasilitas yang didapat oleh santri juga
sederhana, dan kesederhanaan inilah yang selalu ditanamkan dalam diri santri
disamping itu pembinaan kedisiplinan atau keistiqomaan dalam ibadah, sehingga
diharapkan santri yang keluar dari Pondok Pesantren dapat berdaya guna serta
berbudaya (tanpa harus meninggalkan jati diri sebagai santri) ditengah-tengah
kehidupan masyarakat.