menu melayang

Thursday, September 17, 2020

Pikiranmu Menunjukkan Kapasitas Dirimu

Oleh : Mustaqim 
(Alumni Santri Baiturrahman) 

Di kisahkan dari seorang teman. Namanya Banding Hadi Pranata. Ia dikenal sebagai teman yang baik dan rajin beribadah. Banding hadi juga aktif mengikuti beberapa organisasi yang ada di Desa. Selain itu juga ia sering mengikuti pelatihan-pelatihan public speaking yang diselenggarakan oleh perangkat Desa.

Namun, ada yang aneh. Sesering apa apun Banding mengikuti organisasi untuk bisa menyampaikan ide dan aspirasinya, hasilnya tetap saja tidak diterima. Bahkan sampai mengikuti pelatihan public speaking pun ide yang ia sampaikan tetap ditolak.

Sehingga, Banding merasa putus asa. Ia mulai muncul pertanyaan dibenaknya. ”Bukannya saya anak organisasi dan sudah terbiasa berbicara di depan umum? Sambil merenung dan mengevaluasi dirinya, Banding teringat kejadian di waktu awal perkuliahan pada semester satu. Saat itu, Banding tidak bisa menjawab pertanyaan saat presentasi kelompok dan saat itu pula ia mendapat cacian dari teman-temannya setelah selesai perkuliahan.

Gak suka baca buku ya. Gitu saja tidak bisa jawab!”

Perkataan itu tersaring ke dalam pikiran Banding, yang lantas menganggap dirinya bukan orang yang suka membaca buku. Aku orang bodoh. Tidak suka baca buku!. Berawal dari situlah, Banding menilai dirinya seperti itu. Ucapan yang terdengar ditelinganya terus membayang-bayangi pikiran Banding. Semangat dalam mengikuti organisasinya mulai menurun. Begitu juga dengan pelatihan public speaking mulai jarang ia ikuti. Banding tidak pernah melihat dirinya sebagai orang yang pandai berbicara dan memiliki ide yang bagus, tapi sebagai orang yang tidak bisa apa-apa.

Cacian yang tertanam dalam pikirannya ini sangat berpengaruh pada perkembangan dirinya. Walaupun terus berusaha memberanikan diri berbicara dan latihan public speaking, citra diri yang tidak baik itu terus mengikuti Banding dan membawa pada perasaan psimis, bukan pada optimis.

Quraish sihab pernah berkata: “Negara-negara bagian Eropa yang saat ini maju dan berkembang pesat bisa dlihat dari bangunan budaya membaca pada sepuluh tahun sebelumnya.” Ungkapan ini sebagai seruan yang mengajak semua lapisan masayarakat untuk membudayakan baca. Karena kebiasaan membaca suatu masyarakat di suatu negera berpengaruh besar terhadap kemajuan negera tersebut.

Sama halnya dengan budayabaca pada diri sesorang juga berpengaruh besar terhadap perubahan dan kemajuan dirinya. Salah satu penyebab kegagalan yang sering dialami sesorang karena minimnya membaca. Sehingga tidak ada letupan intelektual yang mendorongnya untuk melakukan perubahan. Jauh dari kemajuan, seperti berjalan ditempat tanpa ada peningkatan.

Seperti pejalan kaki ada yang cepat dan ada yang lamban. Begitu juga ada orang yang dengan santai berbicara di depan umum tanpa bantuan teks dan ada pula yang berusaha keras belajar public speaking dan membaca berbagai literature dengan harapan ada perubahan, namun tetap saja tidak ada peningkatan. Ingat, belajar memanglah penting, tapi jangan lupa, tuhanlah yang memberikan kelebihan tersebut.

Ada tipe orang yang tidak perlu lama-lama untuk melakukan dan menguasai suatu bidang yang sedang ia pelajari atau ingin dikusai. Walaupun ia belum pernah melakukan dan mempelajari sebelumnya selalu sesuai dengan yang diaharapkan.

Namun, disisi lain ada orang yang belajar dengan sungguh-sungguh untuk bisa melakukan dan menguasai suatu bidang tertentu, bahkan sampai ikut les privat. Tapi, hasil akhir tidak pernah sesuai dengan yang diinginkan. Bahkan tidak mencapai target minimal yang telah direncanakan. Atau bisa jadi ia telah melewati beberapa langkah untuk mencapai target, namun tetap saja ia bertemu dengan rasa putus asa.

Manusia kaya dengan berbagai potensi. Semua itu tergantung bagaimana ia mengembangkannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperkaya pengetahuan dengan membaca. Mengapa? Karena dengan membaca wawasan lebih luas, pikiran akan lebih terasah dan lebih tajam jika sering difungsikan. Begitu pula dengan diri sesorang akan lebih percaya diri jika memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas.

Your book show you sebagai ungkapan tentang kapasitas diri seseorang dapat dilihat dari pengetahuan dan wawasan yang dimilikinya. Jika sesorang memiliki budaya baca yang cukup baik, maka yang nampak adalah pengetahuan dan wawasan. Tapi jika sebaliknya, jarang membaca atau bahkan hampir tidak pernah sama sekali, maka ia seperti orang yang sedang berada di kegekapan. Tanpa arah dan tidak memiliki tujuan hidup.

Sama halnya dengan anak yang sekolah dari tingkat terendah sampai perguruan tinggi pun tidak cukup bila tidak diiringi dengan membaca dan berpikir. Maka dari itu, membaca sangat penting bagi orang yang ingin terus berkembang.

Menurut hasil penelitian yang dipaparkan oleh Ajip Rosidi dalam bukunya yang berjudul “pembinaan minat baca, Bahasa dan Sastra”dalam kehidupan modern ini, pengetahuan yang diperoleh sesorang dari sekolahnya selama kurang lebih enam belas (16) tahun, hanyalah kurang lebih lima belas persen (15%) dari pengetahuan yang ia peroleh dan dikuasainya. Dengan kata lain, delapan puluh lima persen (85%) lagi harus dicari di luar kelas dan terutama melalui bacaan, baik berupa buku, majalah dan lain-lain.

Berkaca pada orang-orang yang telah sukses. Kapanpun dan dimanapun ia berada, tentu ia akan selalu beriringan dengan minat baca yang tinggi. Jadi, pencapaian dan kemajuan sesorang tidak akan terpisahkan dengan namanya budaya membaca yang sudah membudaya. Begitu pun dengan kualitas sesorang sangat ditentukan seberapa sering ia membaca dan berfikir. Tidak perlu menjelaskan tentang kualitas diri anda pada orang lain, karena “your book show you”, pengetahuan dan wawasan anda yang akan berbicara pada orang lain.

Berikut ini akan diulas beberapa keuntungan dari membaca yang bisa anda dapatkan.

A.    Daya Ingat dan Konsentrasi

Kekuatan daya ingat dan konsentrasi sesorang memiliki hubungan erat dengan kegiatan sehari-hari. Baik dari pola hidup atau pun kebiasaan rutin yang dilakukan dalam hidupnya. Artinya sesorang harus memiliki kegiatan yang positif agar daya ingat dan konsentrasinya bisa terjaga.

Banding pun juga demikian, kegiatan sehari-harinya sebagai narahubung yang tugasnya menyampaikan informasi dari Balai Desa. Ia diberi amanat untuk mensosialisasikan terkait agenda yang akan diselenggarakan pada masyarakat.

Namun, program yang di agendakan tidak berlansgung lama. Masyarakat protes karena tidak sesuai seperti waktu disosialisasikan. Bahkan banyak yang pergi tanpa pemberitahuan pada petugas di Balai Desa. Masyarakat meninggalkan kegiatan dengan wajah kesal dan marah pada Banding karena tidak sesuai yang diharapkan masyarakat. Sehingga, masyarakat melakukan pengaduan pada kepala desa selaku orang nomer satu di desa tersebut.

Beberapa jam kemudian setelah informasi itu tercium, pemanggilan kepada dirinya pun tiba. Ia di minta untuk hadir ke Balai Desa. Dan saat itu pula nasib buruk menghampiri dirinya. Perjalanan untuk meniti karir dari Balai Desa terhenti. Pengaduan masyarakat berbuntut pemecatan pada dirinya dari anggota perangkat desa.

Sebelum pemecatan terjadi, Banding diberikan beberapa pertanyaan oleh kepala desa terakit agenda atau program yang sudah disusun. Dari beberapa pertanyaan yang ada, jawaban Banding tidak sesuai dengan apa yang telah disusun oleh perangkat desa. Dengan wajah kesal dan marah, kepala desa pun menyuruh dia keluar dari ruangannya sambil berkata:

Masih muda sudah pelupa, jangan mengada-ngada yang tidak ada di agenda, biasakan baca.”

Dengan pikiran kacau, ia pulang dengan beberapa catatan yang diingat dibenaknya. Kemudian ia tulis pada sebuah kertas beberapa sifat buruk yang ada dalam dirinya. Sewaktu masih kerja, Banding suka meremehkan informasi, hidupnya tidak teratur, males mikir dan tidak suka berbaur dengan anak desa. Selanjutnya, ia kubur di pekarangan belakang rumahnya. Hal itu ia lakukan dengan maksud membuang kebiasaan buruk dan tidak akan mengulanginya kembali.

Setalah itu, ia mulai menata diri kembali. Belajar menjadi orang yang lebih produktif dengan membuat jadwal atau kegiatan sehari-hari. Salah satu program yang ia utamakan dan perbanyak waktunya adalah membaca. Di mulai dari membaca, ia yakin dapat memperbaiki daya ingat dan konsentrasinya.

Pribahasa “Semakin sering diasah, maka akan semakin tajam Otak pun sama, semkin sering digunakan, maka semakin kuat juga daya ingat dan konsentrasinya. Sesorang yang sedang membaca pasti akan memusatkan perhatian dan pikirannya pada isi buku tersebut untuk memahami inti dari yang dibaca.

Sebuah penelitian yang di publish oleh Jurnal Neurolgy membuktikan bahwa sesorang yang memiliki kebiasaan baca beresiko lebih rendah untuk mengalami kepikunan serta dapat memperkuat daya ingat dan tingkat konsentrasi.

Penyebab menurunnya daya ingat dan konsentrasi selain karena faktor usia adalah lingkungan, gaya hidup dan minimnya baca. Ketiga ini juga menjadi faktor menurunnya daya ingat dan konsentaasi. Pola makan tidak sehat, jam tidur yang kurang, stress dan sejenisnya juga melemahkan daya ingat dan konsentrasi. Jika daya ingat menurun, performa dan aktivitasnya pun akan terganggu.

Anda dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi dengan cara; Mengasah otak, otak yang sering digunakan akan berbeda dengan otak yang jarang di asah. Jadi, mulailah dari sekarang untuk mengasah otak anda dengan sesuatu membuat otak anda terus aktif. Misalnya rajin membaca buku, main teka-teki, main catur dan lain-lain. Menjaga makanan. Tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup agar otak tetap terjaga kemampuannya seperti mengkonsumsi sayuran hijau dan lain-lain. Buatlah daftar atau menu harian yang berbeda-beda dan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh anda agar kinerja otak tetap terjaga dengan baik.

Membuat kegiatan harian. Dengan menulis agenda harian akan membantu mengingatkan dimana, kapan dan keman. Jika hal ini dilakukan setiap hari, maka akan lebih focus dan mudah diingat. Oleh sebab itu, anda perlu membuat jadwal khusus harian agar hidup anda lebih produktif. Menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga. Olah raga sangat penting bagi anda, karena olahraga selain untuk menjaga daya ingat yang lebih efektif, juga untuk menjaga daya tahan tubuh.

Istirahat yang cukup. Ini perlu diperhatikan karena tidur berperan penting untuk menjaga daya ingat dan konsentrasi. Sesorang yang kurang tidur biasanya otaknya tidak bisa berfungsi dengan baik. Misal; ketika anda berbicara dengan orang yang sedang mengantuk, maka apa pun yang anda bicarakan tidak akan bisa ia terima dengan baik. Namun, jika lawan bicara anda tidak sedang dalam keadaan mengantuk, atau sibuk dan lain sebagainya, maka pasti otaknya akan menerima dan mengolahnya kembali.

Bersosialisasi dengan orang sekitar. Dengan aktif bersosialisasi akan membantu meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Perbanyaklah mencari kawan, jangan mencari lawan. Dari situlah, selain anda dapat meningkatkan ingatan dan konsentrasi, anda akan mendapatkan banyak ilmu. Karena dari situ, akan muncul berbagai ide yang anda temukan dari orang-orang sekitar anda.

Mengurus diri sendiri. Cara ini dapat membantu otak tetap bekerja dan mengingat apa saja yang diperlukan. Sesorang yang membiasakan diri untuk disiplin ia akan lebih menghargai waktu. Waktu yang ada ia gunakan untuk mengurus dirinya. Misal dengan mencari hiburan untuk menghilangkan rasa jenuh, penat, beban pikiran dan lain sebagainya. Hal sangat perlu dilakukan untuk kebaikan diri anda. Dan yang terakhir adalah Membaca. Selain menambah wawasan, membaca juga berfungsi untuk mengasah otak sekaligus dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.

Your book show you adalah bagian yang saling berhubungan dalam diri sesorang. Artinya, intelektual, daya ingat dan konsentrasi selalu berkaitan. Jadi, orang yang memiliki intelektual yang bagus akan nampak manakala ia dapat membuktikan. Begitu juga membuka kembali pengetahuan yang telah ada sama dengan melatih ingatan dan konsentrasi.

B.     Mendorong Tujuan Hidup

Semua manusia pasti pernah mengalami suatu masalah, baik dari masalah kecil ataupun besar. Dan tak sedikit orang yang dibuat patah semangat bahkan sampai frustasi. Banding pun demikian, setelah diberhentikan dari tempat kerja sebagai anggota perangkat desa karena tidak bisa bekerja dengan baik (suka meremehkan informasi, tidak suka baca secara detail, pola hidup yang berantakan dan pelupa), ia jadikan sebagai pelajaran.

Kebiasaan buruk yang ada tak lantas hilang begitu saja dari benaknya. Ia harus melewati berbagai rintangan, rasa malas, kantuk dan bosan terhadap kegiatan yang sedang ia jalani sering hadir setiap saat, namun ia masih mampu melawan. Aktivitas di dalam dan luar rumah ia perbanyak untuk membaca dan melakukan hal positif sampai tak ada waktu yang terbuang.Dengan membaca dapat menyegarkan pikiran dan menyelamatkan waktu agar tidak sia-sia dengan hal negatif

Ada sebagian orang yang menilai bahwa mengerjakan sesuatu yang bukan kegemarannya akan cepat membosankan. Tapi jika sesorang itu dapat melakukan sesuatu yang berharga dan masih berada pada nilai-nilai yang dianggap benar sesuai kemampuannya, maka keadaan tersebut akan berubah menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Seperti yang diungkapkan oleh seorang penulis asal Amerika.

Shakti Gawain adalah seorang pengarang yang telah banyak menghasilkan buku. Buku yang telah ia hasilkan seperti Living in the light, Developing Intuition dan masih banyak lagi. Mungkin tidak banyak orang yang tahu.  Namun, ada ungkapan yang menarik dari bukunya; “Ketika kamu mengikuti energi positif dan melakukan apa yang kamu inginkan sepanjang waktu, perbedaan antara bekerja dan bermain akan hilang.”

Dari ungkapan tersebut, dapat diartikan bahwa sesorang yang memiliki keinginan kuat untuk melakukan suatu perubahan, maka ia akan merasakan hal itu. Artinya harus ada keinginan yang berangkat dari dalam diri sesorang dan menikmati terhadap apa yang sedangkan dikerjakan. Sehingga rasa bosan dapat disingkirkan.

Hal itu juga pernah diungkapkan oleh Belva Davis kelahiran 1932 di Belvagene Melton, bahwa “Jangat takut pada ruang antara mimpi dan kenyataan. Jika kamu bisa memimpikannya, maka kamu bisa membuatnya begitu.”

Jika diresapi ungkapan tersebut, mimpi itu sebagai sumber kekuatan sesorang. Jika sesorang bisa bermimpi, berarti ia juga bisa membuatnya menjadi kenyataan. Seperti Banding yang mendapat teguran dari tuhan dan ingin berubah. Keinginan tersebut ia tunaikan dengan sungguh-sungguh. Alhasil, beberapa bulan kemudian sudah ada perubahan. Ia sudah terbiasa dengan aktivitas yang membuatnya berkembang. Banding sudah merasa nyaman jika dekat dengan buku dan hal-hal yang bermanfaat untuk dirinya. Ia tidak lagi berteman dengan hal negative yang membuatnya tidak bisa bergerak maju untuk berubah.

Judy Belmont seorang psikoterapis asal Amerika Serikat pernah berkata; “Anda tidak pernah terlalu tua untuk memulai kembali, untuk mempelajari hal baru setiap hari, dan untuk membuat diri anda berakhir bahagia.” Jadi, jika anda mengalami kegagalan, jangan berhenti. Teruslah berusaha untuk mewujudkan agar hidup anda berakhir dengan bahagia.

Ketika anda mengalami berbagai macam hambatan, maka cobalah untuk membaca buku. Di situ anda akan mendapatkan banyak motivasi bagaimana cara menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, sehingga tujuan hidup anda dapat terlaksana. Ketika berusaha untuk tahu karakter diri, pengalaman dan segala kejadian yang seakan-akan itu sedang mengenai pada diri anda, maka besar kemungkinan anda akan lebih cepat dalam mengambil keputusan.

Jika anda sudah memiliki keyakinan yang kuat pada tujuan yang ingin anda capai, maka hal itu akan menjadi bara api yang terus membakar semangat anda untuk menggapainya. Jadikanlah cita-cita anda seperti api yang terus membakar. Karakter apai adalah membakar segala yang kering dan mencairkan semua yang beku.

Sesorang yang ingin terus bangkit dan bersemangat untuk mencapai cita-cita, maka jadikan cita-cita sebagai api yang dapat membakar kapan pun. Jika hal itu pun masih belum berhasil, maka buatlah suasana yang bisa menjadi pembakar semangat bagi diri anda. Belum berpengaruh juga, anda bisa membaca buku motivasi yang bisa anda dapatkan dimana-mana dengan mudah.

Jika anda tidak dapat menjadi api karena semangat yang sudah mulai memudar, maka dekatilah sumber api. Mendekati orang-orang yang memiliki semangat, yang dapat memberikan inspirasi untuk terus maju. Oleh sebab itu, perbanyaklah interaksi dengan banyak orang dan banyak pengalaman agar tujuan hidup anda mudah tercapai.

 C.    Mencerdaskan IQ (Intelligent Quotient)

Intelleigent Quotients (IQ) adalah kecerdasan yang diberikan tuhan pada manusia. Kecerdasan tersebut digunakan untuk menalar, memahami suatu gagasan, memecahkan masalah serta aktivitas lain yang berhubungan dengan logika.

Dengan bertambahnya usia, kematangan diri sesorang juga berpengaruh pada peningkatan IQ-nya. Ditambah lagi dengan berbagai ilmu yang ia peroleh, baik dari pendidikan dan lingkungan. Tentu hal ini akan membuat IQ sesorang menjadi lebih baik.

Kembali lagi pada kisah Banding, ketika ia masih bekerja di balai desa tidak sesuatu yang bisa ia dapat banggakan darinya, kecuali status kepegawaian saja yang bisa ia bangga-banggakan. Ia tidak tidak banyak memiliki keterampilan dan tidak tahu bakat apa yang terpendam dalam dirinya. Banding tidak pernah ada keinginan untuk berubah dan melakukan hal baru. Misal melakukan inovasi terbaru, baik untuk dirinya atau untuk masyarakat.

Namun setelah ia diberhentikan dari jabatan perangkat desa, perubahan itu terus ia lakukan. Dari bukan hobi, menjadi hobi. Dari tidak suka berhasil ia rubah menjadi kebutuhan yang harus penuhi. Dari pola hidup yang tidak teratur, berhasil ia rubah menjadi orang yang lebih produktif. Cacian dengan kata pelupa, ia berhasil mengganti kata itu dengan kata “ayo semangat” hingga akhirnya diterima S2 di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

Pencapain tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banding sering di anggap orang aneh karena sikapnya dan kebiasaan baru yang tidak seperti biasanya. Termasuk kedua orang tua Banding, mereka bingung hingga mencari tahu kenapa anaknya bisa berubah.

Sampai akhirnya kedua orang tua Banding tahu apa terjadi pada dirinya. Beberapa hari setelah mengetahui info tersebut, orang tuanya bertanya, “Nak, katanya kamu sudah diberhentikan oleh kepala desa, apa benar?”

“Iya buk, itu karena kesalahan saya tidak bisa menjalankan amanah dengan baik.” Jawab banding dengan menundukkan kepala.

“Tidak apa-apa nak, semua orang pasti akan diuji oleh tuhan agar bisa lebih dewasa dan berpikir mana yang baik dan mana yang buruk.”

Banding tidak membalas apa yang disampaikan ibunya. Ia hanya mengangguk dan mendengarkan. Setelah itu, Banding meminta izin untuk melanjutkan pendidikan S2 di salah satu perguruan tinggi negeri yang selama ini di inginkan. Dengan wajah sumringah dan senang, ibunya memberi izin untuk melanjutkan mimpinya.

Beberapa bulan kemudian, setelah melewati berbagai tahapan penerimaan, akhirnya ia dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa yang diselenggarakan oleh salah satu instansi. Dan ia juga diterima di perguruan tinggi yang ia impikan selama ini.

Dari kisah tersebut, semua berawal dari kemauan sesorang untuk melakukan perubahan. Keberhasilan tersebut butuh proses untuk mencapainya. Perubahan dapat terjadi apabila sesorang bisa memiliki keyakinan yang kuat. Kemudian diiringi dengan membaca berbagai informasi untuk menambah wawasan, baik mengenai ilmu pengetahuan, social, politik, budaya, ekonomi dan lain-lain. Sama halnya dengan yang dilakukan Banding, ia terus mencari, membaca dan bertanya.

Hasil penelitian dari tim ilmuwan inggris mengatakan “orang yang suka membaca mendapatkan skor IQ (intelligent quotients) yang lebih baik dari pada orang tidak suka atau jarang membaca.” Artinya untuk mengubah masa depan anda harus membaca. Dengan membaca anda akan menambah kecerdasan akal dan pikiran.

Tidak sedikit anak muda yang gagal mencapai cita-citanya. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya keterampilan, minimnya wawasan dan masih banyak lagi. Ada juga yang memiliki background ilmu tertentu, tapi tidak menguasai. Sehingga perasaan minder, tidak percaya diri dan lain-lain selalu mengiringi dan akhirnya berujung pada kegagalan.

Jangan biarkan kecerdasan akal dan pikiran anda terpaku pada rutinitas yang sama. Tapi cobalah untuk melakukan hal-hal baru agar pikiran anda tidak membeku dan buntu. Kemudian hilangkan perasaan “aku tahu semua” dari anda, tapi tanamkan “saya ingin tahu segala hal” di dalam diri anda.

Orang yang merasa dirinya sudah tahu tentang segala hal, akan cenderung malas untuk membaca. Tapi, orang yang cerdas selalu ingin tahu tentang segala hal. Sehingga tingkat kecerdasan orang yang suka membaca akan lebih tinggi dari pada orang yang malas membaca.

Silahkan langsung dicoba kalau tidak percaya. Cekidot.!

D.    Rasa Empati Yang lebih

Suatu ketika, Banding melihat anak muda duduk di kantin kampus. Sebut saja namanya Mr.x. Banding sering melihat ia bareng teman-temannya saat jam istirahat. Ketika duduk bersama, Mr.x sering menjadi bahan olok-olokan dan ia tidak pernah terlihat marah, malah ia membalas dengan senyuman sambil membaca buku.

Saat itu, ada seorang pengemis yang meminta-minta pada mahasiswa. Ia duduk di bawah menunggu uluran tangan orang-orang berpendidikan. Pengemis itu terlihat lemas seperti sedang sakit-sakitan. Tiba-tiba Mr.X diam-diam menghampiri sambil mengeluarkan makanan dan obat-obatan dari tasnya. Ia lakukan secara berulang-ulang tanpa sepengetahuan teman-temannya.

Sehingga, orang yang ia tolong mulai sembuh dari penyakitnya. Pengemis itu semakin jarang datang ke kantin untuk meminta minta pada mahasiswa yang pada akhirnya ia tidak pernah terlihat kembali. Kenapa? Karena ia sudah bekerja dan berhenti menjadi orang pengemis. Banding secara tidak sengaja berjumpa dengannya di sebuah toko muslim dan posisinya sebagai karyawan.

Memiliki rasa simpati belum tentu punya rasa empati. Banding dan Mr.X berada pada satu tempat, tapi kepekaan untuk memahami orang lain berbeda. Banding hanya muncul rasa kasihan tanpa kasi dan kagum terhadap apa yang telah dilakukan Mr.X. Sedangkan Mr.x membantu pengemis tersebut secara langsung. Dalai Lama mengatakan “Hidup di dunia ini adalah untuk saling membantu. Jika tidak bisa membantu, setidaknya jangan menyakiti.”

Hubungan manusia yang tidak baik di dunia ini terjadi karena rasa empati yang mulai pudar. Apatis dan selalu menganggap diri paling benar. Terjebak pada “keakuan” yang selalu beranggapan bahwa dirinya paling benar daripada orang lain. Begitu juga dengan tangan manusia yang rakus, tamak akan selalu berada di bawah. Namun tangan yang bijak dan bersyukur pada nikmat tuhan akan  selalu berada di atas untuk berbagi.

Jika ingin melenturkan hati anda, maka biasakan membaca. Karena disana banyak pelajaran penting agar hidup anda lebih bermakna. Bagaimana seharusnya bersikap, bertindak dan peka terhadap masalah yanga ada di sekitarnya. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana anda membantu dan menolong orang-orang yang sedang kesusahan.

Selain itu, untuk meningkatkan rasa empati bisa dengan membaca literature klasik. Karena literature klasik lebih cepat dalam meningkatkan rasa empati dari pada literature modern. Tapi pada hakikatnya semua literature itu bagus, tergantung bagaimana anda bisa mencerna dan mengambil pelajaran dari buku yang anda baca.

Kemudian membaca buku yang berisikan tentang perjalanan hidup sesorang juga akan menambah empati pembacanya dan merupakan cara meningkatkan akhlak. Sesorang akan menjadi lebih peka terhadap orang lain karena wawasan yang lebih luas.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh New York University “membaca buku dapat meningkatkan kemampuan untuk lebih memahami perasaan orang lain, sehingga dapat meningkatkan kualitas hubungan yang lebih baik dengan orang disekitarnya.”

Hati manusia itu ibarat kanibu. Apabila jarang menyentuh air, maka pasti akan mengeras. Begitu juga hati anda, jarang disiram dengan ilmu melalui membaca, maka semakin keras pula hatinya. Akan tetapi, bila hati anda semakin sering disiram dengan ilmu, maka semakin lentur pula hatinya. Jika hati lentur, maka rasa empati juga bertambah dalam diri anda. Karena empati merupakan emosional sesorang yang memiliki hubungan erat dengan hati.

Jadi, siapapun dan apapun jabatan anda, cobalah untuk selalu menghadirkan rasa empati dengan bentuk tindakan nyata agar hidup lebih bermakna dan bermanfaat. Jangan biarkan hidup anda berkurang tanpa makna, berkurang tanpa manfaat dan mati tanpa meninggalkan jejak amal jariyah di dunia.

Amal baik anda akan terus mengalir dari dunia sampai kembali kepada tuhan. Yakinlah, bahwa kebaikan yang anda lakukan pada orang lain akan terbalaskan pada diri anda. Jika tidak di dunia mungkin nanti di akhirat.

Jadi ringankalah tangan anda untuk membantu orang yang sedang kesusahan dengan bentuk materi. Jika demikian belum bisa, maka ringankanlah perasaan anda untuk memberikan dukungan moril atau suport. Jika belum mampu juga, maka ringankanlah hati, bibir dan tangan anda untuk mendoakannya.

Males membaca berarti anda menghilangkan dua kebaikan (waktu dan kesempatan) sekaligus mempercepat kegagalan dalam hidup. Namun, jika anda meluangkan waktu satu kali untuk membaca, sama dengan anda mengurangi satu keburukan dan mendatangkan kebaikan.

 

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel